Satya Adhi Wicaksana

Tindak Pidana Khusus

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus


ENGGAR DIAN RUHURI, S.H.

Tugas dan Fungsi Tindak Pidana Khusus

Tugas : 
Tindak Pidana Khusus mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kejaksaan di bidang yustisial yang menyangkut tindak pidana khusus di daerah hukum Kejaksaan Negeri yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Pemerintah dan Jaksa Agung  serta Kepala Kejaksaan Negeri Mamasa.
Fungsi :
Tindak Pidana Khusus menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a.    Menghimpun data laporan Kejaksaan Negeri, pengadministrasian, penelitian dan pengolahan serta penyiapan laporan kepada Pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya;
b.    Perumusan kebijaksanaan teknis dan administrative untuk kepentingan pemberian bimbingan, pengendalian dan supervise kepada eselon bawahan dalam penyelenggaraan operasi yustisi terhadap perkara tindak pidana khusus serta penyusunan statistik criminal dan analisa kriminalitas;
c.    Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penyidikan, penuntutan dan eksekusi terhadap perkara tindak pidana khusus, pengadministrasian dan pendokumentasian, serta penyusunan statistik kriminil dan analisa kriminilitas yang bertalian dengan perkara tindak pidana khusus;
d.    Penyiapan konsepsi, bahan pertimbangan, rencana pendapat dan saran untuk kepentingan penyusunan kebijaksanaan Pimpinan mengenai pelaks aan dan tugas Kejaksaan dalam melaksanakan operasi yustisi terhadap tindak pidana khusus; 
e.  Pengamanan teknis atas pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan dan pengarahan yang digariskan oleh Jaksa Agung atau Kepala Kejaksaan Negeri Mamasa.

0 komentar:

Posting Komentar

Kepala Kejaksaan Negeri Mamasa

Kepala Kejaksaan Negeri Mamasa
TENDE, S.H., M.H.

Alamat Kejaksaan Negeri Mamasa

Total Pengunjung

Diberdayakan oleh Blogger.

Mars Adhyaksa

Kenali Hukum, Jauhi Hukuman

Selamat Datang di Website Kejaksaan Negeri Mamasa, Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan Negeri Mamasa. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.